MAKALAH
PENGANTAR BAHAN AGRO
SANITASI
DAN KEAMANAN PRODUK AGRO

Disusun
Oleh :
KELOMPOK 1
RIZQI HANDAR BENI IQBAL (1630131)
YENNY ADELLIA (1630141)
SISKA ENDAH KARINA B.M(1630162)
IRENE FITRI ENNO (1630147 )
FERDIAL CHOSEN RINALDI (1630140)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN LOGISTIK INDUSTRI
AGRO
POLITEKNIK ATI PDG
TH
Ajaran 2016/2017
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT
yang telah memberikan karunia kesehatan, hidayah serta ridhoNya kepada kita
semua, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tema “(Sanitasi dan keamanan produk agro)”.
Dan tidak lupa kami ucapkan terimakasih
kepada Bapak Deded Deveriky,S.P,
MSi,MSc. selaku dosen pengampu mata kuliah Pengantar Bahan Agro. Kami
juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah membantu kami dalam
pembuatan makalah ini.
Makalah ini juga ditujukan untuk memenuhi
tugas kelompok. Kami hanya manusia biasa tempat dimana ada kesalahan-kesalahan,
maka kami mohon maaf apabila ada kesalahan ataupun kekurangan dalam makalah
yang kami buat ini. Semoga makalah yang kami buat ini dapat bermanfaat untuk
ilmu pengetahuan kita semua. Untuk tercapainya kesempurnaan makalah ini kami
mohon kritik dan saran dari teman-teman yang membacanya.
Padang, 8 Mei2017
Kelompok 1
BAB I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Makanan dan
minuman merupakan bahan yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup, yang berguna
bagi kelangsungan hidupnya. Makanan penting baik untuk pertumbuhan maupun
mempertahankan kehidupan. Makanan memberikan energi dan bahan-bahan yang
diperlukan untuk membangun dan mengganti jaringan, untuk bekerja, dan untuk
memelihara pertahanan tubuh terhadap penyakit (Adams, 2003).
Makanan
dapat membuat orang menjadi sehat atau sakit. Makanan yang sehat membuat tubuh
menjadi sehat namun, makanan yang sudah terkonaminasi dapat menyebabkan
penyakit. Oleh karena itu, makanan dan minuman yang dikonsumsi haruslah
terjamin baik dari segi kualitas dan kuantitasnya.
Untuk
mencegah kontamisi makanan dengan zat-zat yang dapat mengakibatkan gangguan
kesehatan diperlukan penerapan sanitasi makanan. Sanitasi makanan adalah usaha
untuk mengamankan dan menyelamatkan makanan agar tetap bersih, sehat dan aman.
Sanitasi
makanan yang buruk dapat disebabkan 3 faktor yakni ; faktor fisik, faktor kimia
dan faktor mikrobiologi. Faktor fisik terkait dengan kondisi ruangan yang tidak
mendukung pengamanan makanan seperti sirkulasi udara yang kurang baik,
temperatur ruangan yang panas dan lembab, dan sebagainya.
Rumusan Masalah
a.
Apa pengertian dari sanitasi makanan?
b.
Apa saja faktor yang mempengaruhi sanitasi makanan?
c.
Apa saja faktor penyebab makanan menjadi berbahaya?
d.
Bagaimana pelaksanaan higiene dan sanitasi?
e.
Bagaimana pengawasan sanitasi makanan?
f.
Apa saja Ruang Lingkup
Sanitasi dan Keamanan Makanan?
Tujuan Makalah
a. Mengetahui
pengertian sanitasi
b.
Mengetahui faktor yang mempengaruhi
sanitasi makanan
c.
Mengetahui faktor penyebab makanan
menjadi bahaya
d.
Mengetahui pelaksanaan higiene dan
sanitasi
e.
Mengetahui pengawasan sanitasi
makanan
f. Mengetahui Ruang
Lingkup Sanitasi dan Keamanan Makanan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Sanitasi adalah usaha-usaha pengawasan yang ditujukan terhadap faktor
lingkungan yang dapat merupakan mata rantai penularan penyakit.
(http://bapelkescikarang.or.id)
Makanan adalah semua substansi
yang diperlukan tubuh, tidak termasuk air, obat-obatan dan substansi yang
diperlukan untuk tujuan pengobatan. (WHO)
Sanitasi makanan adalah melindungi makanan dari
kontaminasi bibit penyakit, racun dan bahan-bahan lain yang dapat membahayakan
kesehatan (Ircham Machfoedz.114)
Sanitasi
makanan adalah suatu upaya pencegahan yang menitik beratkan kegiatan dan
tindakan yang perlu untuk dapat membebaskan makanan dan minuman dari segala
bahaya yang dapat mengganggu kesehatan mulai dari sebelum makanan itu
diproduksi, selama dalam proses pengolahan, penyimpanan, pengangkutan,
penjualan sampai saat dimana makanan dan minuman itu dikonsumsi oleh masyarakat
Sanitasi
makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang menitik beratkan kegiatan dan
tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat menganggu atau memasak
kesehatan, mulai dari sebelum makanan
diproduksi, selama dalam proses pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, sampai pada saat dimana makanan dan
minuman tersebut siap untuk dikonsumsikan kepada masyarakat atau
konsumen. (putra prabu
word press; 2009)
B. faktor yang
mempengaruhi sanitasi makanan
Faktor – Faktor yang
Mempengaruhi Sanitasi Makanan
Ada beberapa factor yang perlu diperhatikan dalam
menjaga sanitasi makanan yang efektif. Faktor – factor tersebut berkaitan
dengan makanan, manusia dan peralatan.
- Faktor Makanan
·
Sumber bahan makanan
Apakah
diperoleh dari pertanian, perternakan, perikanan, atau lainnya. Sumber bahan
makanan harus memenuhi persyaratan sanitasi untuk mencegah terjadinya
kontaminasi atau pencemaran. Misalnya, hasil pertanian tercemar dengan pupuk
kotoran manusia atau dengan insektisida.
·
Pengangkutan Bahan Makanan
Cara mengangkut makanan harus
memenuhi persyaratan sanitasi. Apakah sarana pengangkutan memiliki alat
pendingin dan penutup. Pengangkutan tersebut dilakukan dari sumber ke pasar
atau dari sumber ke tempat penyimpanan agar tidak tercemar oleh kontaminan dan
tidak rusak. Misalnya mengangkut daging dan ikan dengan menggunakan alat
pendingin.
·
Penyimpanan bahan makanan
Tidak semua makanan langsung
dikonsumsi tetapi mugkin sebagian disimpan dalam skala kecil dirumah maupun
skala besar di gudang. Berikut ini syarat sanitasi tempat penyimpanan atau
gudang makanan.
a)
Tempat penyimpanan makanan dibuat
sedemikian rupa sehingga binatang seperti tikus, serangga tidak dapat
bersarang.
b)
Jika tidak menggunakan rak, harus
disediakan ruang untuk kolong agar mudah membersihkannya.
c)
Suhu udara dalam gudang tidak lembab
untuk mencegah tumbuhnya jamur.
d)
Memiliki sirkulasi udara yang cukup
e)
Memiliki pencahayaan yang cukup
f)
Dinding bagian bawah dari gudang
harus di cat putih agarØ mempermudah
melihat jejak tikus.
g)
Harus ada jalan dalam gudang
·
Pemasaran bahan makanan
Tempat penjualan atau pasar harus
memenuhai persyaratan sanitasi antara lain, kebersihan, pencahayaan, sirkulasi
udara, dan memiliki alat pendingin. Pasar yang memenuhi persyaratan adalah
pasar swalayan atau supermarket.
·
Pengolahan makanan
Proses pengolahan makanan harus
memenuhi persyaratan sanitasi, terutama berkaitan dengan kebersihan dapur dan
alat-alat perlengkapan masak.
·
Penyajian makanan
Penyajian makanan harus memenuhi
persyaratan sanitasi, yaitu bebas dari kontaminasi, bersih dan tertutup, serta
dapat memenuhi selera makan pembeli.
·
Penyimpanan makanan
Makanan yang telah diolah disimpan
di tempat yang memenuhi persyaratan sanitasi, dalam lemari atau alat pendingin.
1. Faktor
Manusia
Orang yang bekerja pada tahap pengolahan makanan harus
memenuhi persyaratan sanitasi, seperti kesehatan individu. Individu tersebut
tidak memiliki penyakit infeksi, dan bukan carier dari suatu penyakit. Untuk
personal yang menyajikan makanan harus memenuhi syarat-syarat seperti
kebersihan dan kerapian, memiliki etika dan sopan santun, berpenampilan yang
baik dan keterampilan membawa makanan dengan teknik khusus, serta ikut dalam
program pemeriksaan kesehatan berkala setiap enam bulan atau satu tahun.
2. Faktor
Perawatan
Kebersihan dan cara penyimpanan peralatan pengolah
makanan harus memenuhi persyaratan sanitasi.
C. Faktor – Faktor Penyebab Makanan menjadi Berbahaya
1.
Kontaminasi . Kontanminasi pada makanan dapat disebabkan oleh :
a. Parasit,
misalnya cacing dan amoeba.
b.
Golongan mikroorganisme, misalnya, salmonella
dan shigella
c.
Zat kimia, misalnya bahan pengawet
dan pewarna
d.
Bahan –bahan radioaktif, misalnya
cobalt dan uranium
e. Toksin yang
dihasilkan oileh organisme, seperti stafilococcus dan clostridiumbartulinum..
2. Makanan
yang pada dasarnya telah mengandung zat berbahaya, tetapi tetap dikonsumsi
manusia karena ketihdaktahuan mereka. Dapat dibagi menjadi tiga golongan:
a) Secara alami
makanan itu telah mengandung zat kimia beracun, misalnya singkong. Singkong
yang mengandung HCN dan ikan jangkerang yang mengandung unsure toksik tertentu
( logam berat-Hg dan Cd ) yang dapat melumpuhkan system persarafan dan system
pernafasan.
b)
Makanan dijadikan sebagai media
perkembangbiakan, sehingga dapat menghasilkan toksin yang berbahaya bagi
manusia, misalnya pada kasus keracunan makanan akibat bakteri.
c) Makanan
sebagai perantara, Jika suatu makanan yang terkontaminasi dikonsumsi oleh
manusia, didalam tubuh manusia agen penyakit pada makanan itu memerlukan masa
inkubasi untuk berkembangbiak dan setelah beberaspa hari dapat mengakibatkan
munculnya beberapa penyakit. Misalnya penyakit thipoid abdominalis dan disentri
basiler.
D.
Hygiene Sanitasi Makana
hygiene sanitasi makanan
adalah upaya kesehatan dan kebersihan unutuk mengendalikan faktor makanan,
orang, tempat, dan perlengkapannya yang dapat menimbulkan penyakit / gangguan
kesehatan atau keracunan makanan.
1.
Aspek hygiene sanitasi makanan
a.
kontaminasi : masuknya zat asing ke dalam makanan yang tidak dikehendaki
(bakteri, jamur, virus, rambut, debu, tamah, pupuk, perstisida, dan radioaktif)
b.
keracunan : timbulnya gejala klinis suatu penyakit atau gangguan kesehatan
lainnya akibat mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Keracunan dapat terjadi
karena :
·
bakteriotogis
·
kimia
·
pembusukan
·
pemalsuan
c.
cara pengolahan : agar menghasilkan makanan yang bersih, sehat, aman, dan
bermanfaat bagi tubuh maka diperlukan pengolahan yang baik dan benar. Makanan
perlu diolah dan disimpan secara baik menurut jenis dan macamnya.
2.
hygiene perorangan
pegertian hygiene perorangan
adalah upaya kesehatan yang dilakukan oleh setiap orang untuk memperoleh
kesehatan jasmani, sosial, dan mental yang optimal. Hygiene perorangan
merupakan kunci keberhasilan dalam mengolah makanan yang aman dan sehat.
Prinsip hygiene perorangan,
dalam penerapannya sebagai berikut mengetahui sumber pencemaran dari tubuh
yaitu :
·
sumber cemaran utama : hidung, mulut, telinga, isi perut, dan kulit.
·
Sumber cemaran lain : luka terbuka, bisul / nanah, dan rambut.
·
Sumber cemaran karena perilaku : tangan yang kotor, rambut, lubang hidung,
telinga atau sela-sela gigi, batuk, bersin, atau percikan ludah akibat meludah
sembarangan, menyisir rambut dan cincin yang dipakai (kecuali cincin kawin yang
polos).
·
Sumber cemaran karena ketidaktahuan : pemakaian bahan palsu, bahan rusak,
pewarna bukan untuk makanan serta pemakaian borax untuk pembuatan bakso.
3.
titik kendali kritis (TKK) hygiene sanitasi makanan
a.
pemilihan bahan
·
bahan dipilih yang bersih, segar, dan bebas bahan berbahaya dan beracun
seperti pestisida, kotoran manusia, logam berat, dan sebagainya.
·
Segera diolah apabila tidak ada fasilitas penyimpanan dingin.
·
Semua bahan harus yang masih baik dan utuh.
b.
penyimanan bahan
·
suhu penyimpanan sesuai dengan keperluannya.
·
Waktu penyimpanan sesingkat mungkin untuk mencegah kerusakan dan penurunan
mutu.
·
Hindari suhu danger zone yaitu antara 10o C – 60o C.
·
Sirkulasi penyimpanan sisten FiFo (first in first out).
c.
Pengolahan
·
cuci bahan dengan air bersih sehangga mengurangi pencemaran
·
masak dengan suhu 100o C, sehingga kuman patogen mati
·
lindungi penjamah makanan agar tidak mencemari makanan
·
waktu masak harus dekat dengan waktu makan dan tidak lebih dari 4 jam
jaraknya
d.
penyimpanan makanan
·
usahakan makanan masak tidak disimpan lebih dari 6 jam
·
jika harus disimpan suhunya < 10o C atau > 60o C
·
lindungi makanan dari pencemaran kembali dan pencemaran silang
e.
penyajian
·
segerakan sajikan makanan dalam keadaan panas pada suhu >60o
C atau dengan keadaan dingin < 10oC
·
tidak boleh disimpan lebih dari 8 jam
·
tidak mencampur makanan baru dengan makanan sisa penyajian
·
lakukan uji organoleptik (merasakan) uji coba biologi sebelum disajikan
f.
pengangkutan
·
lindungi dari cemaran kimia, serangga, atau percikan ludah sewaktu menata
dan membawa makanan.
·
Gunakan kendaraan pengangkut makanan khusus.
·
Peralatan wadah makanan tidak melarutkan zat beracun ke dalam makanan.
E.
Pengawasan
Sanitasi Makanan
Pada
prinsipnya langkah-langkah pelaksanaan, pengawasan terhadap sanitasi suatu
produk makanan dimulai dari proses produksi, penyimpanan, distribusi dan
penjualan ke konsumen. Dengan demikian, konsumen akan mendapat makanan yang
berkualitas baik dan terhindar dari bahaya yang mungkin diakibatkan oleh
makanan tersebut. Konsumen sendiri juga perlu melakukan pengawasan terhadap
produk makanan jadi yang beredar di lapangan.
Di Indonesia,
pengawasan sanitasi produk makanan masih tumpang tindih. Belum ada kepastian
mengenai undang-undang atau peraturan yang berlaku dibudang makanan dan
minumnan, selain masih kurang jelasnya institusi yang berwenang dan kurang
berfungsinya kendali masyarakat atau yayasan lembaga konsumen Indonesa ( YLKI )
terhadap kasus yang terjadi yang dapat merugikan masyarakat. Landasan hokum
pengawasan sanitasi adalah undang-undang dan peraturan seperti UU no.9/1960
tentang pokok-pokok kesehatan, UU no.11/1962 tentang hygiene untuk usaha-usaha
bagi umum, UU no.2/1966 tentang hygiene peraturan-peraturan daerah tingkat satu
dan dua. Penegakan hukum bidang pengawasan sanitasi ini juga dapat dilaksanakan
melalui pemberian wewenang oleh unit kesehatan propinsi kepada unit kesehatan
kabupaten atau kota madya.
1) sanitasi susu sapi?
Susu yang umum di adalah
susu sapi, kambing dimana susu dimasukkan sebagai gizi sempurna pada daftar
menu 4 sehat 5 sempurna. Hal tersebut tidak lain karena susu merupakan sumber
gizi yang baik yang mengandung protein, lemak, karbohidrat, mineral dan
vitamin. Selain itu susu juga mudah dicerna karena tidak ada sisa yang terbuang
seperti biji, kulit, serat dan lain-lain, dapat diminum tanpa dimasak kecuali
dipanaskan suam-suam kuku yaitu 60o C.
Jenis-jenis susu olahan
yaitu :
1.
Susu kental manis tidak dipakai sebagai menu khusus untuk anak-anak dan bayi
karena untuk memenuhi kandungan gizi susu segar harus di tambahkan air dengan
takaran yang sesuai pada kemasan.
2.
Susu skim tidak diperbolehkan untuk menu satu-satunya bayi dan anak karena
tidak mengandung lemak.
3.
Susu whole milk, susu ini dalam takaran 2,5 sendok makan/25 gram dicampur
dengan 1 gelas air (250 ml) sudah menyamai zat gizi susu segar.
Yang perlu di perhatikan dalam sanitasi Susu Sapi :
Yang terpenting adalah
menjaga susu sapi agar tidak menjadi vektor penyakit, untuk itu harus
diperhatikan agar susu segar tetap safe dan clean. Safe berarti tidak berbahaya
bagi kesehatan, oleh karena itu harus dijaga agar tidak mengandung bibit
penyakit. Clean berarti tidak mengandung zat atau bahan lain meskipun zat atau
bahan tersebut tidak membahayakan kesehatan.
Untuk mejaga susu segar tetap safe dan clean harus diperhatikan hal-hal
sebagai berikut :
1.
Hewan yang hendak diambil susunya harus bebas dari penyakit seperti TBC
(umumnya tipe Bovine), mastitis, bruselosis.
2.
Agar terhindar dari berbagai bibit penyakit susu harus di panaskan sebelum di
minum
3.
Pengolah dan pemeras susu tidak boleh menderita bibit penyakit yang bisa
ditularkan lewat air susu.
4.
Lingkungan kandang harus memenuhi syarat sehat seperti ada ventilasi sehingga
udara segar terus masuk, ada pembuangan limbah cair yang baik, lantai miring
sehingga tidak ada air yang menggenanang dan mudah dibersihkan.
5.
Kotorana dan sisa rumput setiap hari harus di buang
6.
Ruang susu letaknya tidak jauh dari kandang, tetapi tidak boleh menempel pada
kandang
7.
Peralatan sebaiknya dibersihkan dengan kaporit 1 ppm
8.
Dalam menjajakan susu, harus menggunakan tempat yang tertutup rapat. Bila
perjalanan lebih dari 2 jam sebaiknya memakai bahan pendingin.
Cara penularan penyakit melalui susu sapi :
Penyakit yang dituralkan melalui susu sapi yaitu :
1.
Berasal dari sapi yang sakit
- Tuberkulose penyebapnya
Mycobacterium Tuberculose Varvobis
- Mastitis penyebapnya
Streptococus Agalaksi
- Undulant Feveratau abortus
contagiosum penyebapnya Brusella abotrus
- Foot and mouth disease
penyebapnya virus
- Cowpox ata Varisela
penyebapnya Virus
- Antraxs penyebapnya Bacillus
Antrakis
2.
Penyakit berasal dari manusia
Yakni dari orang yang
memeras, mengumpulkan, dan mengolah susu (manusia sebagai karier atau pederita)
- Tifoid fever penyebapnya
Salmonella Tifosa
- Enterik fever penyebapnya
Salmonnela paratifi, skotmuleri, enteritis, dan tifimurium.
- Skarlet fever penyebapnya
streptococus scarlatina
- Septic sore throat
penyebapnya streptococus epidemikus
- Difetri penyebapnyaCorinebacterium
difteri
- Kolera penyebapnya Vibrio
Cholera
2) sanitasi makanan kaleng?
Makanan kaleng umumnya
diproduksi oleh industri besar. Kaleng yang dipakai biasanya logam yang
dilapisi timah. Biasanya di bagian dalam dilapisi lagi sejenis damar (resin)
sintetis yang akan mengeras bila dipanasi dengan suhu tinggi. Lapisan damar
dalam kaleng ini penting untuk mencegah kontak langsung antara makanan dan
logam kaleng. Meskipun tidak berbahaya akan tetapi dapat menyebabkan warna
makanan dalam kaleng berubah warna.
Umumnya makanan dalam kaleng
diberi tanda kapan kadaluarsa atau kapan waktu tidak berlaku lagi dengan etiket
pada kalengnya. Untuk engetahui makanan kaleng masih baik atau tidak diperlu
diperhatikan:
- Kalau kaleng menggelembung
berarti telah mengandung gas yang diproduksi bakteri botulinum
- Bila tutup tidak rapat, makanan
kaleng harus dibuang sebagai sampah
- Demkian juga bila kaleng
bocor
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan
setiap saat dan memerlukan pengelolaan yang baik dan benar agar bermanfaat bagi
tubuh. Menurut WHO, yang dimaksud makanan adalah : “Food include all
substances, whether in a natural state or in a manufactured or preparedform,
wich are part of human diet.” Batasan makanan tersebut tidak termasuk air,
obat-obatan dan substansi-substansi yang diperlukan untuk tujuan pengobatan.
Sanitasi makanan adalah salah
satu usaha pencegahan yang menitik beratkan kegiatan dan
tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat menganggu atau memasak
kesehatan, mulai dari sebelum makanan
diproduksi, selama dalam proses pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, sampai pada saat dimana makanan dan
minuman tersebut siap untuk dikonsumsikan kepada masyarakat atau
konsumen. Sanitasi makanan ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kemurnian makanan, mencegah konsumen dari penyakit,
mencegah penjualan makanan yang akan merugikan pembeli. mengurangi kerusakan / pemborosan makanan.
DAFTAR PUSTAKA
Moehyl B.Sc, Sjahmien.1992. Penyelenggaraan Makanan Institusi dan Jasa Boga. PT. Bharata Niaga Media : Jakarta
Entjang, dr. Indan. 1991. Ilmu Kesehatan Masyarakat. PT. Citra Aditya Bakti : Bandung
http://www.smallcrab.com/kesehatan/537-sumber-bahaya-dalam-bahan-pangan-dan-cara-menghindarinya
http://harisdianto.wordpress.com/2010/03/19/bahan-ajar-sanitasi-dan-keamanan-pangan/
http://www.puskel.com/10-poin-pokok-sanitasi-makanan-dan-bahan-pangan/
http://harisdianto.wordpress.com/2010/03/19/bahan-ajar-sanitasi-dan-keamanan-pangan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar